About

Pages

Senin, 16 Februari 2009

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

Rabu, 14 Januari 2009

Elong-kelong Ugiy





*Lele bulu teng lele abiasangeng.



*Pada lao teppada upe'



*Iti' pute innong-kinnong nange ritengnga tasi' namate teng minung.



*Resopa teng mangingngi namalomo naletei pammase puang.



*De' gaga tau napakkasiy appalaong ridecengng'e.



*Siratu ada,seddi gau',gau'e mappannessa.



*Iya teppaja usappa' makkunrai macca duppai to pole,macca panguju tau lao.


*Abbiyangngi lebbi bicara'e , Assidekkangngi lebbi waramparangnge

Selasa, 13 Januari 2009

Menuntut Ilmu



Ilmu adalah sesuatu yang sangat penting bagi manusia.Begitun pentingnya ilmu,sehingga allah swt. memerintahkannya di dalam al-Qur'an dan banyak juga hadits yang menerangkan akan menuntut ilmu.Bahkan ada dalil yang menyatakan bahwa menuntut ilmu(agama) itu wajib bagi setiap muslimin dan muslimah.Ada pula hadits yang mengatakan bahwa ilmu itu adalah barang hilangnya orang mu'min.

Oleh karena dikatakan sebagai barang hilang,maka haruslah bagi kita untuk mencarinya.Terutama ilmu agama.Karena kita wajib mengenal allah,dengan cara mendalami agama.Tapi untuk mendalami agama kita perlu alat untuk mengenal agama kita yaitu denga ilmu agama.Sebahagian besar orang mengira bahwa yang di wajibkan untuk mengetahui ilmu agama hanya kepada yang ingin jadi ulama'.Itu sangat salah.Karena mengenal agama adalah kewajiban tiap manusia.
Orang-orang yang korupsi itupun bukan orang bodoh,mereka itu adalah orang yang punya ilmu sehingga bisa memikirkan berbagai cara untuk minum keringat ra'yat.
Dengan ilmu orang bisa menjadi penghuni surga,sebaliknya dengan ilmu manusia bisa kekeal di dalam neraka.Tergantung bagaimana manusia menggunakan ilmu tersebut.Maka dari itu ada pendapat yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang telah di ciptakan allah swt. ada manfaatnya tergantung usaha manusia untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.Sama halnya dengan ilmu.Ilmu bermacam-macam dan harus di miliki manusia agar bisa bertahan hidup di dunia.Nanti tergantung manusia merealisasikannya pada hal yang bermanfaat bagi dirinya pada khususnya dan pada masyarakat luas pada umumnya.

Tapi perlu kita ketahui bahwa ilmu itu mahal.Jadi perlu pengorbanan baik fisik terlebih lagi pada materi.Maka dari itulah sehingga allah swt. mengangkat derajat orang yang berilmu.Karena di dalam dirinya terkandung sesuatu yang mulia karena bisa membawa orang jalan allah swt..
Selama ini kita keliru menganggap nuntut ilmu itu cuma sampai di tingkat universitas,ternyata itu salah kerena menurut salah satu riwayat,menuntut ilmu itu mulai dari ayunan sampai liang lahad.Artinya kita di perintahkan menuntut ilmu seumur hidup,yang membatasinya hanyalah maut.
Karena masih banyak ilmu yang harus kita ketahui.sampai di katatakan di dalam Al-Qur'an "Seandainya semua air laut di kumpulkan menjadi tinta,dan semua kayu juga di kumpulkan menjadi pena,maka jauh belum bisa cukup untuk menulis ilmu.Telah habis air laut dan kayu digunakan menulis ilmu sedangkan ilmu masih banyak sekali.
Dalam salah satu riwayat,pernah nabi sulaiman as. diberikan 3 pilihan.Yaitu diberi hak memilih antara harta,tahta dan ilmu.Maka nabi sulaiman as. memilih ilmu.karena dengan ilmu beliau diangkat menjadi raja.secara otomatis karena beliau seorang raja pasti dia juga kaya.Maka sanagt di sayangkan orang yang punya waktu untuk menintut ilmu lalu tidak mempergunakannya untuk itu.
Dan ada pula tersebut dalam salah satu riwayat bahwa sesungguhnya syaitan lebih senang menggoda orang yang shalat yang tidak berilmu dibanding dengan orang tidur tapi berilmu(agama).Maka ini juga sejalan dengan salah satu hadits yang mangatakan bahwa tidurnya ulama(fuqaha' / ahli agama) lebih berharga dari pada shalatnya orang bodoh(tidak berilmu).
Realitanya pun membuktikan bahwa sebahagian besar perusahaan menerima karyawan orang memiliki bakat tertentu
atau memiliki ilmu.Karena apabila dia mengangkat karyawan yang bodoh pasti perusahaannya akan hancur.Dan salah satu penyebab utama negara kita termasuk negara keterbelakangan,adalah karena kebodohan masih membatu pada bangsa kita.Dan ilmu tidak akan habis,tidak bisa di curi orang.
Tidak sama dengan harta,bisa di curi orang,bisa di rebut orang meskipun telah di simpan pada tempat yamg aman.Beda halnya dengan ilmu,dimanapun kita pergi,selalu bersama kita.Dan belum pernah kita dengan bahwa satu sekolah atau pesantren tutup karena ilmu gurunya atau kiyai nya telah habis disebabkan telah banyak murid yang telah di ajarnya.Ynag ada malah sebaliknya,semakin lama seorang guru mengajar maka semakin bertambah ilmunya.

Kamis, 08 Januari 2009

Nasehat







Sebuah kalimat dalam salah satu kitab tasawwuf yang sangat penting menjadi bahan renungan yang insya allah akan menjadi petunjuk untuk menuju jalan allah swt..
Termaktub dalam kitab SYARHUL HIKAM bahwa:

"melakukan suatu kebaikan sangatlah susah,dan meninggalkan kebaikan sangatlah mudah.Sebaliknya "Melakukan dosa sangatlah mudah dan meninggalkan dosa sangatlah susah".

Dalam kalimat ini terlihat sangat sederhana tapi,di dalamnya mengandung ma'na yang sangat dala.Bahkan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita.

1.Melakukan suatu kebaikan sangatlah susah,dan meninggalkan kebaikan sangatlah mudah.

Sering terjadi dalam keseharian kita bahkan selalu terjadi,bahwa sangat banyak di antara kita manusia yang sangatlah susah melakukan kebaikan.Padahal allah mewajibkan suatu amal ibadah kepada hambanya tergantung sejauh mana hamba itu bisa melakukannya.Tapi walaupun demikian masih banyak juga manusia yang lalai bahkan lupa akan kewajibannya kepada allah swt..Sebagai contoh shalat adalah kewajiban manusia yang waktunya sangat singkat.Bila di umpamakan seperti kita orang awam ini,shalat dalam waktu 5 menit itu sudah sempurna.Di kalikan dengan lima maka menjadi 25 menit.Jadi,hanya 25 menit dari sehari-semalam dalam hitungan 24 jam yang harus kita sempatkan untuk menghadap kepada allah swt..Setelah melakukan kewajiban tersebut maka silahkan melakukan aktifitas dunia sesuai dengan ketentua syariah.Dari contoh ini,Shalat yang hanya butuh waktu 25 menit dalam sehari-semalam masih banyak manusia yang mengaku orang islam yang tidak bisa melakukannya.Nah ini sesuai pernyataan tadi bahwa melakukan kebaikan itu memang susah.Salah satu dari sekian banyak kebaikan yang kita contohkan tadi,adalah contoh kebaikan yang sagat mudah di lakukan,karena tidak butuh pengeluaran dana,pengorbanan nyawa.Tapi hanya waktulah yang kita sempatkan itupun dalam waktu yang sangat singkat.
Sebaliknya,meninggalkan kebaikan sangatlah mudah.Yaitu,orang yang selalu melakukan kebaikan sangatlah mudah meninggalkannya.sebagai contoh,orang yang selalu melakukan shalat tapi di suatu saat saat dia meninggalkannya maka itu sangatlah mudah bagi untuk meninggalkannya.Ini merupakan bahan renungan bagi kita manusia bagaimana kita memelihara hubungan tabbudiyyah kepada allah swt. agar tidak mudah meninggalkan amal ibadah kepada allah swt. dengan selalu mendawamkan amalan yang kita lakukan tanpa terputus oleh keadaan apapun karena itu dapat mempengaruhi kita untuk meninggalkan perintah allah swt..
Apalagi shalat,syaitan selalu berusaha keras bagaimana manusia meninggalkan shalat.Karena mereka di wajibkan oleh ketuanya untuk menggoda dan menyesatkan manusia shingga lupa kepada allah swt..Apabila syaitan berhasil menyesatkan manusia,maka dniaikkan pangkatnya.Sebaliknya apabila tidak berhasil menyesatkan manusia maka di hukum oleh ketuanya.Salah satu hukumannya dilemparkan jauh di dasar laut.Maka dari itulah dilaut sangat angker karena dilautlah tempat syaitan dihukum oleh pimpinannya.

2.Melakukan dosa sangatlah mudah dan meninggalkan dosa sangatlah susah".
Dalam kehidupan sehari-hari,sering kita temui banyak orang sering melakukan dosa.Bahkan ada yang melakukan dosa seakan-akan dia tdk merasa bahwa yang mereka lakukan itu adalah dosa.Adapula yang menganggap kejahatan yang dilakukan itu sebagai mata pencaharianHAl ini karena tidak ada kesadaran yang muncul dari dalam diri orang tersebut,sehingga sangat mudah untuk melakukan dosa.Ini berarti orang yang seperti ini belum mengenal allah swt..Karena orang yang mengenal selalu merasa bahwa allah swt. melihatnya,jadi dia takut melakukan dosa.Dalam salah satu riwayat,Lukmanul hakim pernah berkata kepada anknya,"kalau kamu ingin melakukan dosa,coba kamu memandang kelangit.Apakah kamu tidak malu melakukan dosa sedangkan malaikat melihatmu,makhluk lainnya,dan allah pun juga melihatmu".Sebagai contoh,ROKOK.Adalah contoh yang paling banyak terjadi dalam kehidupan kita.Menurut Sebahagian ulama' rokok dan merokok adalah hukumnya haram.Dengan dalil bahwa rokok lebih banyak mudharatnya dibandingkan dengan manfaatnya.Dan mengkomsumsi sesuatu yang merusak kesehatan maka hukumnya haram.
Dan di dalam ilmu kedoktreranpun di seluruh penjuru dunia sepakat mengatakan bahwa rokok dapat merusak bagi kesehatan manusia.Bahkan di setiap papan reklame,iklan rokok,sampai-sampai di bungkusan rokok itu sendiri,tertulis :
"MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER,SERANGAN JANTUNG,IMPOTENSI,DAN GANGGUAN KEHAMILAH DAN JANIN".
Tapi ko' masih banyak manusia yang gemar menkonsumsi rokok.Ada orang yang mengatakan bahwa awal dari merokok itu hanya coba-coba,ajakan teman,dan karena ingin di katakan leleki.Akhirnya,lambat laun rokok merupakan kebutuhan hidup yang awalnya bukan apa-apa baginya.Dan orang yang terlanjur merokok sangatlah susah bahkan kecil kemungkinan untuk behenti.Kata para perokok,orang yang sudah lama mengkonsumsi rokok,lalu bisa berhenti,maka mereka menganggap itu sebagai rahmat(pammase).Sama halnya dengan Dosa(hal negatif lainnya) bila terlanjur melakukan dosa maka sulit baginya untuk bisa berhenti.

Tujuan penciptaan manusia

Segala sesuatu yang telah diciptakan allah swt.di semesta ini,apakah berupa makhluk hidup maupun benda mati ada tujuan penciptaannya.Sama halnya dengan manusia yang merupakan makhluk ciptaan allah yang merupakan sebaik-baik ciptaan,di ciptakan untuk menyembah allah swt..Menyembah allah tidak terbatas hanya sekadar mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengaku sebagai orang islam .Tapi,harus TAKUT kepada Allah swt. atau yang biasa kita kenal dalam istilah agama yaitu Taqwa.Dalam ma'nanya yaitu takut kepada allah tidak sama kalau kita takut kepada manusia,malah sebaliknya takut kepada allah itu kita harus selalu dekat dengannya dengan cara taat beribadah kepadanya,melakukan amalan-amalan yang di ridhai allah.terutama shalat.karena shalat menurut salah satu riwayat adalah kunci segala kebaikan.Maka ibarat sebuah lemari yang yang di dalamnya penuh harta yang sangat berharga,dan kita ingin mengambil isi dari lemari tersebut tapi tidak punya kunci,maka kita tidak dapat mengambilnya.Maka dari itu hendaklah kita merenungi dan mendawamkan apa tujuan kita(manusia) diciptakn.Karena seandainya semua manusia mengetahui tujuan penciptaannya dan mau mendawamkannya maka tidak ada hamba allah yang lupa kepada allah bahkan selalu meningkatkan ketaqwaan kepada allah swt..Dan seandainya manusia menyadari(mengenal)allah.maka manusia tidak ada yang kafir,munafik,syirik,sombong,takabbur dan lupa kepada allah swt..Dan memang telah termaktub di dalam al-Qur'an:"saya tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku".
Tapi bukan berarti allah itu butuh untuk di sembah.Bahkan tidak berkurang sedikitpun dari allah sekalipun semua makhluk tidak mau menyembah-Nya.